Jumat, 04 Maret 2016

Hujan

Berjalan menembus hujan.

Rasa dingin mulai menusuk tulangku, namun aku enggan untuk bertepi, malah aku memperlambat langkahku.

Aku bukan pecinta hujan.

Aku hanya menikmati tetesannya yang selalu mengingatkanku akan kepedihan.

Tetesannya yang ku harapkan mampu membawa segalanya.


Aku, tidak pernah menangis dalam diam ketika hujan.

Tidak.


Kau, tahu..

Ketika rintik-rintik kecil atau gerimis mulai berjatuhan.

Aku…. selalu terdiam.


Kau, tahu..

Ketika hujan datang, aku ingin sekali berada sendiri dan berdiri di tengah jalan.

Aku tidak tahu mengapa.

Kau, tahu..

Ketika hujan membasahi bumi di sore hari..

Aku melirik ke luar jendela untuk menghitung seberapa banyak kali ini tetesan hujan yang melubangi tanah.

Kau, tahu…

Ketika hujan turun..

Aku ingin sekali menengadahkan wajahku kearah langit dan membiarkan air hujan menyiram wajah letihku.

Kau, tahu..

Ketika hujan mendominasi di muka bumi.

Aku menyadari…

Aku sendirian.