Berjalan menembus hujan.
Rasa dingin mulai menusuk tulangku,
namun aku enggan untuk bertepi, malah aku memperlambat langkahku.
Aku bukan pecinta hujan.
Aku hanya menikmati tetesannya yang
selalu mengingatkanku akan kepedihan.
Tetesannya yang ku harapkan mampu membawa segalanya.
Aku, tidak pernah menangis dalam diam
ketika hujan.
Tidak.
Kau, tahu..
Ketika rintik-rintik kecil atau
gerimis mulai berjatuhan.
Aku…. selalu terdiam.
Kau, tahu..
Ketika hujan datang, aku ingin sekali
berada sendiri dan berdiri di tengah jalan.
Aku tidak tahu mengapa.
Kau, tahu..
Ketika hujan membasahi bumi di sore
hari..
Aku melirik ke luar jendela untuk
menghitung seberapa banyak kali ini tetesan hujan yang melubangi tanah.
Kau, tahu…
Ketika hujan turun..
Aku ingin sekali menengadahkan
wajahku kearah langit dan membiarkan air hujan menyiram wajah letihku.
Kau, tahu..
Ketika hujan mendominasi di muka
bumi.
Aku menyadari…
Aku sendirian.