Selasa, 10 November 2015

Aku, Agamaku dan Allah SWT.

Pernah dengar kata-kata ini ngga?

"Jika tak ada Bahu untuk bersandar, masih ada Tanah untuk bersujud. " 

Udah pernah denger dong ya?! 

Aku ingin sedikit bercerita aja sih.., 

Dulu..

Ketika masa labil masih menguasai diriku, aku mulai sedikit melupakan-Nya, aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku berwudhu'. Saat itu, yang ada dipikiranku hanyalah bersenang-senang sama teman, ngobrol dan jalan sana-sini. 

Aku mencintai Agamaku, Agama Islam. 

Yah, aku memang tidak memiliki pengetahuan mendalam dengan agama yang kuanut. Tapi, aku bahagia sekali terlahir dalam Agama ini. Aku bersekolah dasar di sekolah agama, disana aku yang berumur 6 tahun ini mulai belajar tentang Rukun Islam, Rukun Iman dan banyak lagi. Tak lupa Guru Agamaku sering memberikan tugas hafalan berupa Surah-surah pendek dan Alhamdulillah.., hafalan itu berguna hingga sekarang. 

Tahun 2014, aku mulai tak tahu arah tujuanku, aku linglung, lelah dengan segala masalah yang ada. Aku pun mengambil air wudhu dan segera menunaikan salat kewajiban yang harusnya kulaksanakan 5 kali dalam satu hari, namun nyatanya... jarang aku laksanakan.

Aku sadar, Allah merindukanku. Aku mohon ampun pada Allah karena telah melupakan-Nya. Sungguh, aku malu terhadap diriku, aku malu pada Allah. 

Kalian harus tahu...

Ssetelah aku menyelesaikan ibadahku dan mencurahkan segala masalahku pada-Nya, hatiku lega luar biasa. Tidak ada lagi beban yang menumpuk di hatiku. 

Lega... sebenar-benar lega.

Dari sana aku bertekad tak 'kan lagi melupakan ibadahku. Aku sangat berterima kasih pada Allah, kelegaan hati yang kurasakan pertanda memang Allah lah tempat terbaik untukku mengadu.